Properti termasuk menjadi produk yang berada di dua alam. Kenapa disebut dua alam? Karena properti dapat berfungsi menjadi tempat hunian dan juga sekaligus dapat menjadi produk investasi. Sebagai produk investasi, sebenarnya properti sudah sering dimanfaatkan oleh para pendahulu kita. Di beberapa daerah, para pendahulu atau orang tua kita sering membeli tanah dengan harapan harganya akan naik di masa-masa mendatang. Konsep yang hampir sama dengan ketika mereka rajin membeli emas perhiasan. Secara umum, properti sendiri dapat berbentuk tanah ataupun bangunan.

Properti bisa dimanfaatkan menjadi investasi karena di masa depan, terdapat kemungkinan bahwa harganya akan naik. Properti akan mengalami kenaikan harga di masa depan dengan logika bahwa jumlah lahan yang tersedia semakin terbatas. Kenaikan harganya sendiri bisa dilihat minimal dari NJOP yang selalu naik setiap tahunnya. Namun, di satu sisi, sebagaimana produk investasi lain properti juga memiliki kandungan resiko bahwa harganya tidak naik atau malah jatuh. Jika memang lahan terbatas, lalu ada kemungkinan harganya turun? Bayangkan jika ketika anda membeli properti, baik tanah atau bangunan, namun ternyata di daerah tersebut terdapat kandungan radiasi nuklir. Tentu semua orang akan berpikir ulang untuk membeli properti di daerah tersebut, yang pada akhirnya membuta permintaan dan harga properti menjadi turun. Untuk berinvestasi di properti sendiri, beberapa sumber dari kawan-kawan di developer, harga rumah yang laris manis di masyarakat berada di rentang harga Rp 1,8 Miliar sampai Rp 2,5 Miliar. Di rentang harga ini, kemampuan daya beli masyarakat masih cukup mampu dan pihak bank juga masih relatif terbuka untuk menyalurkan KPR.

Tiga poin penting yang perlu diperhatikan ketika akan membeli properti adalah lokasi, lokasi, dan lokasi. Anda pasti sudah sering mendengarnya dari acara properti. Dan pada kenyataannya, memang seperti itulah adanya. Lokasi menjadi kunci penting dalam pemilihan properti. Teori yang berlaku umum adalah semakin strategis suatu lokasi akan semakin mahal harganya. Hal ini memang benar. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ketika harga terus merangkak naik, sampai setinggi apa? Dan apakah di harga yang setinggi itu, ada orang yang mau atau mampu untuk membelinya. Hal ini penting, karena se-strategis apapun lokasi properti anda dan setinggi apapun kenaikan harganya, pada akhirnya para calon pembelilah yang memutuskan apakah mereka mau dan mampu untuk membelinya. Jika tidak ada yang berminat, maka akan menjadi          kerugian bagi anda karena pasti properti itu akan membutuhkan biaya perawatan dan lain-lain. Dalam istilah lainnya, anda nombok.

Dalam mempertimbangkan lokasi, ada baiknya anda melakukan survey kecil-kecilan terlebih dahulu. Cobalah kunjungi daerah properti tersebut pada saat hari kerja, pada saat libur, atau bahkan pada saat musim hujan. Beberapa pengembang properti menyebutkan bahwa properti yang mereka tawarkan hanya berjarak sekian menit dari pusat kota, coba anda lakukan survey apakah seperti demikian yang dinyatakan pengembang. Coba juga anda lihat kondisi daerah tersebut ketika hujan. Jangan sampai anda membeli properti yang ternyata rutin terendam banjir setiap hujan turun. Hal ini bisa anda lakukan cross-check ke orang-orang yang biasa beraktivitas di sekitar daerah tersebut.

Berinvestasi di properti, cenderung membutuhkan modal yang cukup tinggi, baik dalam bentuk tanah ataupun rumah. Hal ini membuatnya tidak mudah untuk bisa diakses sebagai investasi. Untuk berinvestasi di properti, bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman KPR dari bank. Berinvestasi properti dengan memanfaatkan KPR lebih baik jika properti tersebut menjadi aset yang produktif. Maksudnya, properti tersebut bisa memberikan sumber penghasilan pasif rutin per bulan yang lebih tinggi dari besarnya cicilan bulanan KPR. Misalnya jika memiliki investasi properti dalam bentuk rumah, maka dapat anda kontrakkan atau dijadikan kos-kosan. Penghasilan sewa per bulan dapat anda gunakan untuk menutup cicilan KPR-nya.

Jadi, pada akhirnya properti bisa anda manfaatkan sebagai wahana berinvestasi. Namun karena harganya yang mahal dan jumlahnya yang terbatas, akan membutuhkan beberapa perhatian sehingga anda tidak salah dalam membelinya. Anda pun bisa memanfaatkan properti yang anda miliki sebagai penghasil pasive income, yang rutin memberikan pemasukan, tidak harus menunggu harganya meningkat di masa depan. Terakhir, apabila anda ingin membelinya dengan fasilitas KPR, maka pastikan semua perhitungan keuangan cicilannya dapat diakomodasi oleh kondisi kesehatan keuangan anda.

Selamat berinvestasi properti!

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *