Bagi beberapa orang, mengatur arus kas adalah sebuah pekerjaan yang memusingkan. Mereka merasa sudah sedemikian rupa mengatur keuangannya sedetail dan seketat mungkin, tapi selalu berakhir di luar perkiraan dan harapan mereka. Beberapa bahkan mengeluhkan penghasilan yang seakan-akan digerogoti pelan-pelan oleh pengeluarannya, yang akhirnya membuat penghasilan 8 digit mereka, seakan tidak berarti.

Memang terkadang mengatur arus kas tidaklah semudah yang kita bayangkan. Tidak sesimple hanya sekian uang masuk dan sekian uang keluar, kemudian sisanya menjadi sejumlah uang yang bisa digunakan untuk saving atau investment. Kadang hanya mudah di atas kertas, tetapi ketika masuk ke implementasi, terjadi ketidaksesuaian dengan yang di atas kertas.

Untuk menyederhanakan pengaturan arus kas, cobalah untuk membagi berbagai pos pengeluaran tersebut ke dalam beberapa kelompok spesifik. Buatlah tiga kelompok yang masing-masing bernama Pengeluaran Primer, Pengeluaran Kewajiban, Pengeluaran Sekunder, dan Investasi/Tabungan. Golongkan masing-masing pos pengeluaran yang anda miliki ke dalam kelompok-kelompok tersebut.

Pengeluaran Primer adalah kelompok spesifik untuk berbagai pos pengeluaran yang berhubungan dengan penunjang produktifitas dan kehidupan anda sehari-hari. Pos pengeluaran yang masuk ke dalam kelompok ini biasanya tergolong vital, karena ketika anda misalnya harus memotong anggaran kelompok ini, maka kelangsungan hidup anda sehari-hari akan menjadi terganggu. Contoh mudahnya adalah belanja bulanan untuk kebutuhan makan. Bisakah anda bayangkan jika anda harus memotong anggaran belanja tersebut karena satu dan lain hal, sehingga membuat anda atau keluarga anda untuk merubah jadwal makan dari 3x sehari menjadi hanya 2x atau 1x sehari. Dengan contoh sederhana tersebut, kita bisa melihat pos pengeluaran seperti apa yang masuk ke dalam kelompok Pengeluaran Primer.

Pengeluaran Kewajiban adalah kelompok spesifik untuk berbagai pos pengeluaran yang berhubungan dengan kewajiban anda terhadap pihak ketiga. Sebagaimana Pengeluaran Primer, Pengeluaran Kewajiban juga termasuk kelompok pengeluaran yang sensitif. Bila Pengeluaran Primer sensitif terhadap kehidupan anda atau keluarga anda, Pengeluaran Kewajiban sensitif terhadap hubungan anda dan pihak lain. Contoh umum untuk kelompok pengeluaran ini adalah gaji untuk pembantu rumah tangga dan supir. Pengeluaran ini wajib anda lakukan untuk memenuhi kewajiban anda kepada mereka. Jika anda tidak memenuhi kewajiban anda untuk membayar gaji mereka, mungkin saja mereka akan berontak kemudian mereka keluar dari pekerjaan mereka dan anda menjadi pihak yang kesulitan karena harus melakukan pekerjaan mereka di rumah. Pengeluaran-pengeluaran semacam inilah yang harus anda kelompokkan ke dalam kelompok Pengeluaran Kewajiban.

Untuk kelompok Pengeluaran Sekunder adalah kelompok spesifik untuk berbagai pos pengeluaran yang tidak berhubungan oleh kedua kelompok sebelumnya. Pos pengeluaran yang masuk ke dalam kelompok ini umumnya bersifat pribadi dan tidak memiliki pengaruh yang terlalu signifikan bagi aktivitas keseharian anda. Contoh umum yang masuk ke dalam Kelompok Sekunder adalah kebutuhan entertainment atau hobi.  Jika anda memasukkan anggaran pengeluaran rutin untuk nonton di bioskop setiap akhir minggu bersama pasangan atau keluarga, maka akan dimasukkan ke dalam kelompok Pengeluaran Sekunder.

Kelompok Pengeluaran Tabungan dan Investasi adalah kelompok spesifik khusus untuk kebutuhan tabungan dan investasi. Bagi anda yang telah memiliki perencanaan keuangan dan telah rutin melakukan investasi, maka pengeluaran tersebut masuk ke dalam kelompok ini. Contohnya adalah ketika anda melakukan pengeluaran investasi rutin untuk kebutuhan dana pensiun, maka pos pengeluaran ini bisa anda masukkan ke dalam kelompok Pengeluaran Tabungan dan Investasi.

Apabila terjadi kasus di mana anda merasa tidak pernah memiliki sisa dari penghasilan anda, maka kelompok Pengeluaran Sekunder bisa anda kaji ulang. Cobalah lakukan kajian secara objektif atas berbagai pengeluaran anda di kelompok ini. Jika anda merasa tidak bisa objektif, coba tanyakan ke pasangan atau sahabat anda mengenai besarnya jumlah anggaran yang anda miliki. Apabila mereka mengatakan anggaran anda pada pos-pos tertentu terlalu besar, maka cobalah lakukan penyesuaian dengan sewajarnya. Tidak ada salahnya meminta pendapat mereka tentang besaran anggaran yang wajar, sehingga anda akan memiliki pembanding dalam menyesuaikan besarnya pengeluaran tersebut.

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *