Sesekali, kita perlu menatap wajah anak-anak kita dan bertanya kepada diri kita sendiri. Tanyakan ke diri kita sendiri, “apakah saya bisa menyekolahkan kalian di sekolah yang terbaik dan setinggi mungkin?”. Bayangkan jika anda sampai harus berkata kepada mereka, “nak, papa dan mama tidak bisa menyekolahkan kalian ke sekolah yang kalian inginkan. Maafkan kami ya, nak.” Tentu kita tidak mengharapkan hal seperti itu sampai terjadi, bukan?

Sejak pertama kita membentuk sebuah komitmen untuk mulai berkeluarga dan juga untuk melanjutkan keturunan, maka akan timbul kewajiban-kewajiban dalam peran kita sebagai orang tua. Selain untuk membiayai hidup sehari-hari keluarga kita, sudah menjadi kewajiban kita juga untuk membiayai pendidikan anak-anak kita di sekolah yang terbaik dan dengan jenjang setinggi mungkin. Semua ini hanya semata-mata untuk menjamin masa depan mereka menjadi lebih terjamin.

Mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anak kita bisa menjadi sebuah tugas atau pekerjaan rumah yang cukup rumit. Dana pendidikan tidak bisa sesederhana hanya mengetahui biaya sekolah tujuan lalu kemudian mulai menabung. Yang kadang luput dari perhatian kita adalah biaya pendidikan yang kita ketahui pada saat ini, tidak akan sama lagi ketika waktunya anak kita bersekolah nanti di masa depan. Hampir dipastikan ada kenaikan setiap tahunnya.

Biaya pendidikan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Untuk contoh umum yang terjadi di Jakarta saja, kenaikan biaya sekolah bisa naik setara hampir 2x besar inflasi konsumtif Indonesia. Jika besarnya inflasi konsumtif  Indonesia berada di level 12% saja, maka perkiraan kenaikan biaya pendidikan bisa berkisar antara 20% – 25% per tahun. Walaupun tidak menutup kemungkinan, beberapa di antaranya juga mengalami kenaikan di bawah atau di atas kisaran persentase tersebut.

Ketika kita berniat untuk mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anak kita, kita tidak berbicara hanya pada biaya yang timbul dari kegiatan belajar mengajar di sekolah saja. Kita harus memikirkan juga berbagai kegiatan penunjang perkembangan anak, di luar dari kegiatan anak di sekolah sehari-hari. Kita berbicara tentang les bimbingan belajar anak di lembaga pendidikan di luar sekolah, kegiatan ekstra-kurikuler anak di sekolah, kegiatan kunjungan lapangan, kegiatan sosial sekolah, kebutuhan buku, kebutuhan seragam, dan berbagai kebutuhan lainnya. Kebutuhan sampingan seperti ini yang terkadang luput dari beberapa orang tua yang hendak mempersiapkan dana pendidikan. Kita kadang hanya fokus terhadap biaya sekolah, tapi kemudian terkejut ketika ternyata ada biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan.

Semua biaya yang sudah kita survey, sebaiknya mulai dilakukan perhitungan detail per tahun agar persiapan dananya dapat lebih optimal. Misalnya, untuk kebutuhan SD kelas 1 di tahun 2015, selama satu tahun ajaran membutuhkan uang pangkal, uang seragam, uang buku, dan uang spp, maka perhitungkan semua biaya tersebut terhadap tingkat kenaikan biaya sekolah per tahunnya. Persiapkan perhitungan tersebut hingga jenjang tertinggi yang diinginkan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan selanjutnya, ketika semua biaya pendidikan dan penunjangnya sudah kita ketahui dan kita hitung? Maka kita bisa lanjutkan ke langkah selanjutnya, yaitu mengembangkan dana hingga mencapai nominal yang dibutuhkan di masa depan. Mulailah untuk berinvestasi sesuai dengan jangka waktu kebutuhannya. Pada dasarnya, kebutuhan dana pendidikan bersifat jangka panjang dan rutin akan dikeluarkan setiap tahun, maka terdapat kemungkinan kita membutuhkan beberapa produk sekaligus sesuai jangka waktunya.

Kalau sudah melakukan persiapan secara optimal seperti ini, anda bisa mulai membayangkan ketika mereka merayakan kelulusan kuliahnya nanti. Bayangkan mereka akan berkata, “terima kasih, papa dan mama, sudah menyekolahkan aku hingga setinggi ini.” Maka tugas dan kewajiban kita sebagai orang tua pun sudah terpenuhi.

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *